Inilah Tips Untuk Membuka Toko Minuman Alkohol

Inilah Tips Untuk Membuka Toko Minuman Alkohol

Inilah Tips Untuk Membuka Toko Minuman Alkohol – Toko atau kedai adalah sebuah tempat tertutup yang di dalamnya terjadi kegiatan perdagangan dengan jenis benda atau barang yang khusus, misalnya toko buku, toko buah, dan sebagainya. Membuka toko minuman keras adalah cara memperoleh sumber penghasilan yang stabil, sebab orang-orang minum alkohol baik di saat senang maupun sedih.

Secara fungsi ekonomi, istilah “toko” sesungguhnya hampir sama dengan “kedai” atau “warung”. Akan tetapi pada perkembangan istilah, kedai dan warung cenderung bersifat tradisional dan sederhana, dan warung umumnya dikaitkan dengan tempat penjualan makanan dan minuman. Namun, hal tersebut juga memengaruhi tingkat permintaan konsumen sehingga margin profitnya rendah – hal ini berarti bahwa Anda tidak bisa kaya hanya dengan mendirikan satu toko.

Selain itu, penjualan alkohol juga diatur dengan ketat dan bisnisnya cukup sulit dijalani oleh pebisnis pemula. Terlepas dari fakta tadi, dengan cara yang tepat dan strategi yang ampuh untuk mencari konsumen, Dikutip dari idn poker toko Anda bisa menjadi sumber penghasilan andal selama bertahun-tahun.

1. Cari lokasi yang sesuai

Margin profit toko minuman keras cukup rendah dan tingkat permintaannya terus berubah. Dengan kata lain, penghasilan Anda tidak akan banyak berubah seiring waktu. Jadi, keberhasilan toko Anda sangat bergantung pada pemilihan lokasinya.
  • Kesuksesan toko minuman keras sangat dipengaruhi orang yang ada di sekitar lokasinya. Produk yang laku di sebuah area bisa jadi tidak laku di tempat lain. Ingatlah hal ini saat Anda mencari lokasi.
2. Sewa seorang pengacara

Gambar berjudul Open a Liquor Store Step 2

Setelah menemukan lokasi yang bagus, Anda harus mencari tahu boleh-tidaknya membangun toko minuman keras di sana. Ada banyak negara yang mengatur dengan ketat penjualan alkohol – misalnya tidak boleh di dekat rumah ibadah – dan memenuhi regulasi pemerintah tidak selamanya mudah.
  • Sebagai contoh, beberapa daerah di Amerika Serikat membatasi dengan ketat penjualan minuman keras. Di daerah-daerah tersebut, izin mendirikan toko minuman keras bisa menguras biaya sangat besar – lebih dari 1 miliar – karena Anda harus membeli izin dari orang yang memilikinya. 
  • Memperoleh izin hanya langkah awal. Beberapa daerah melarang penjualan miras di hari-hari tertentu, sementara beberapa lainnya melarang penjualan spirit bersama bir dan anggur. Ada juga yang melarang penjualan segala bentuk minuman keras.
  • Satu hal yang sama di semua tempat: melanggar peraturan daerah membuat Anda harus membayar mahal.
3. Perhatikan kondisi pasar

Gambar berjudul Open a Liquor Store Step 3

Saat Anda sudah yakin ingin menjual alkohol di sebuah lokasi, Anda harus mulai membuat rencana bisnis. Langkah pertamanya adalah dengan meneliti kondisi pasar di sekitar lokasi tersebut.
  • Kesuksesan toko minuman keras sangat dipengaruhi orang yang ada di sekitar lokasinya. Produk yang laku di sebuah area bisa jadi tidak laku di tempat lain. Faktor demografi dan budaya masyarakat setempat sangat berpengaruh. Semakin detail analisis pasar di dalam rencana bisnis Anda, semakin detail perkiraan modal awal Anda.
  • Perhitungkan faktor-faktor seperti etnis, umur, status pernikahan, dan penghasilan saat menganalisis pasar, sebab semua faktor tersebut memengaruhi kebiasaan minum miras.
4. Buat proyeksi penjualan dan pengeluaran

Gambar berjudul Open a Liquor Store Step 4

Analisis pasar dibuat untuk memberikan gambaran calon pelanggan Anda. Dengan memetakan calon pelanggan, Anda bisa memproyeksikan penjualan dan pengeluaran berdasarkan kebiasaan membeli dan harga jual produk di area tersebut.
  • Sebagai contoh, jika di area tersebut ada banyak calon pelanggan berusia muda yang belum menikah, Anda bisa mengantisipasi penjualan bir dan miras seperti tequila. Dekati para distributor minuman keras, lalu cari harga produk yang harga jualnya sesuai dengan tarif yang “wajar” di area tersebut.
  • Jangan abaikan pengaruh para kompetitor terhadap penjualan Anda.
5. Cari pinjaman dana jika perlu

Gambar berjudul Open a Liquor Store Step 5

Pada umumnya, seorang pebisnis pemula kesulitan mendapatkan pinjaman dana. Hal ini berlaku untuk pebisnis minuman keras juga, tetapi karena permintaan pasar terhadap alkohol cukup stagnan, banyak pemodal menganggap bisnis ini sebagai investasi yang aman-aman saja.
  • Saat mencari pinjaman, bawalah rencana bisnis Anda beserta semua dokumen yang dibutuhkan (seperti catatan penghasilan, aset diam dan bergerak, serta surat-surat perpajakan). Sekalipun rencana bisnis dibuat secara mendetail, Anda sebenarnya sudah menyelesaikan tugas terberat, yaitu analisis pasar dan proyeksi pendapatan. Cari tahu cara membuat rencana bisnis yang baik di halaman ini.
6. Dapatkan Surat Izin Tempat Usaha Penjualan Minuman Beralkohol (SITU-MB) dan Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB)

Gambar berjudul Open a Liquor Store Step 6

SITU-MB dan SIUP-MB merupakan dua bentuk perizinan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk meregulasi penjualan alkohol di Indonesia. Meskipun tidak ada biaya khusus yang perlu dikeluarkan selain pajak, semua pemilik toko minuman keras harus memilikinya.
  • Sebagai informasi, di Amerika Serikat, para penjual miras di masa lampau harus membayar pajak khusus ke Departemen Keuangan Negara. Kini, tidak lagi. Mereka hanya perlu mengisi sebuah formulir dengan informasi tentang nama dan alamat pemilik toko, nama dan alamat toko, dan jenis alkohol yang dijual (bir, anggur, miras, dll.). Formulir tersebut bisa Anda lihat di https://www.ttb.gov/forms/f56305d.pdf.
7. Beli persediaan toko

Gambar berjudul Open a Liquor Store Step 7

Ini akan menjadi pengeluaran terbesar Anda. Toko minuman keras bermodal besar memiliki persediaan miras bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Jangan tergoda untuk berkompetisi dengan angka tersebut. 
  • Harga alkohol biasanya ditentukan oleh seorang distributor yang memonopoli merek tertentu (hal inilah yang menyebabkan harga miras sama saja di semua tempat). Jadi, Anda kemungkinan besar tidak bisa menawar harganya.
8. Pertimbangkan untuk mencari seorang karyawan

Gambar berjudul Open a Liquor Store Step 8

Pada umumnya, toko minuman keras bukanlah bisnis yang bisa ditinggal semaunya. Pemilik biasanya bekerja seharian di toko, terutama di masa-masa awal. Meksi demikian, mempekerjakan satu atau dua orang karyawan dapat membuat bisnis Anda beroperasi secara lebih efisien daripada dikelola sendiri.