Inilah Manfaat Minuman Alkohol Jika Di Konsumsi Sewajarnya

Inilah Manfaat Minuman Alkohol Jika Di Konsumsi Sewajarnya

Inilah Manfaat Minuman Alkohol Jika Di Konsumsi Sewajarnya – Minuman beralkohol atau kadang disingkat minol adalah minuman yang mengandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Di berbagai negara, penjualan minuman beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja, umumnya orang-orang yang telah melewati batas usia tertentu.

Bila dikonsumsi berlebihan, minuman beralkohol dapat menimbulkan efek samping ganggguan mental organik (GMO), yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berprilaku. Timbulnya GMO itu disebabkan reaksi langsung alkohol pada sel-sel saraf pusat. Karena sifat adiktif alkohol itu, orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran/dosis sampai pada dosis keracunan atau mabuk.

Tidak sedikit orang yang suka minum minuman keras atau alkohol untuk melepas penat. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata minuman beralkohol juga dapat membawa beragam manfaat IDN Poker77 Apk menguntungkan buat kesehatan tubuh?

Manfaat minuman keras bagi kesehatan

Manfaat minuman keras untuk kesehatan berkisar dari menguatkan otak hingga menyembuhkan pilek dan masuk angin. Sejumlah penelitian melaporkan minum miras dapat menuntun Anda pada umur panjang.

Tentunya semua manfaat yang dijabarkan di bawah ini bisa Anda peroleh jika mengonsumsinya tetap dalam porsi wajar dan tidak sampai membuat candu.

1. Wine dan bir baik untuk jantung

Porsi wajar dari minuman keras, terutama bir dan anggur merah (red wine), dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 40%. Temuan ini dilaporkan sebuah studi yang mengamati lebih dari 100 penelitian Harvard School of Public Health, melansir LiveStrong.

Manfaat minuman keras bagi kesehatan jantung berkaitan dengan kemampuannya meningkatkan kolesterol baik (HDL), menurunkan kolesterol jahat (LDL), dan mengurangi risiko penggumpalan darah yang dapat menyebabkan penyumbatan arteri.

Penyumbatan arteri itu sendiri merupakan faktor risiko dari serangan jantung dan stroke.

Para peneliti dari Mediterranean Neurological menemukan bahwa mengonsumsi bir dalam porsi sewajarnya setiap hari bisa mengurangi risiko penyakit jantung hingga 25%. Ini sama halnya dengan mengonsumsi anggur merah (red wine).

2. Bir turunkan risiko Alzheimer dan Parkinson

Bir tidak selamanya berisi kalori kosong. Berbagai studi menemukan bahwa bir mengandung tiamin (vitamin B1) dan riboflavin (vitamin B2), juga mineral kalsium, magnesium, dan selenium yang lebih banyak daripada wine.

Para peneliti menduga hal ini disebabkan oleh bahan dasar yang digunakan untuk membuat bir, yaitu jelai (sejenis tumbuhan biji-bijian) atau hops (pucuk pohon cemara).

Melansir Shape, sebuah studi terbitan Journal of Agriculture and Food Chemistry melaporkan senyawa aktif dalam hops dapat melindungi Anda dari risiko penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson.

Penelitian lain dari Tiongkok (RRC) juga menemukan bahwa hops mengandung xanthohumol yang dikenal memiliki kandungan antioksidan dan antikanker tinggi yang berfungsi memperlambat perkembangan penyakit neurodegeneratif.

3. Bir dark brew kaya zat besi

Minuman keras jenis bir dark brew alias bir hitam diketahui memiliki keunggulan nilai gizi yang mengalahkan bir biasa.

Satu gelas standar (12 ons) bir dark brew mengandung kandungan mineral zat besi 121 ppb (parts per billion) dibandingkan dengan bir biasa yang memiliki 92 ppb dan fermentasi bit non-alkohol sebanyak 63 ppb.

Zat besi berfungsi membawa oksigen lewat aliran darah dari paru ke seluruh otot tubuh dan sistem organ lainnya. Ketika Anda kekurangan zat besi, oksigen akan mengalir lebih lambat dalam tubuh yang membuat Anda mudah lelah, lesu, letih, serta pucat.

4. Bir dan wine baik untuk kesehatan ginjal

Selain baik untuk jantung, bir dan wine yang dikonsumsi sewajarnya ternyata juga bagus untuk memelihara kesehatan ginjal. Mengonsumsi bir dan wine menunjukkan penurunan risiko pembentukan batu ginjal hingga sekitar 41%. Selain itu, konsumsi rutin dari dua jenis minuman keras ini diketahui mampu menurunkan risiko kemunculan batu empedu asal sewajarnya.

Ini karena senyawa aktif dalam bir dan wine bekerja meningkatkan kolesterol baik sementara menurunkan kadar kolesterol buruk yang terkandung dalam empedu.

5. Vodka baik untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi

Vodka merupakan jenis minuman keras yang memiliki kadar alkohol tinggi dan juga memiliki sifat antibakteri yang sangat baik.

Dua sifat inilah yang bisa menjadikan vodka sebagai obat kumur alternatif yang terbukti ampuh membunuh bakteri penyebab bau mulut dan kerusakan gigi.

Jika Anda ingin menambahkan faktor sehatnya, Anda bisa tambahkan beberapa batang cengkeh, lembaran daun mint, atau sebatang kayu manis dalam botol “obat kumur vodka” Anda.

6. Minuman keras meningkatkan fungsi otak

Kebiasaan minum miras secara berlebihan dalam jangka panjang dapat merusak otak. Namun, jika Anda pandai mengendalikan porsi dan frekuensi minum-minumnya, asupan alkohol ternyata dapat membantu mencegah penurunan fungsi kognitif otak.

Penelitian dari Loyola University menemukan peminum miras yang mampu membatasi porsinya menunjukkan penurunan risiko kerusakan kognitif otak sebanyak 23%, termasuk penyakit Alzheimer dan demensia, dibandingkan kelompok non-peminum minuman keras.

Sebuah studi lain terbitan Consciousness and Cognition menunjukkan konsumsi minuman keras dalam porsi sewajarnya berkaitan dengan kemunculan kreativitas untuk memecahkan masalah lebih cepat daripada saat tidak minum alkohol.

7. Wine mencegah flu dan masuk angin

Konsumsi minuman keras secara berlebihan dalam jangka panjang bisa merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi terhadap berbagai macam penyakit.

Meski begitu, jika Anda mampu mempertahankan kebiasaan minum miras dalam porsi sewajarnya dan tidak terlalu sering, daya tahan tubuh Anda justru berpotensi semakin menguat.

Teori tersebut dibuktikan oleh sebuah studi dari Oregon Health & Science University yang mengamati efek minuman keras pada kera Makaka. Kera Makaka yaitu spesies primata yang memiliki rancangan sistem imun tubuh paling mirip dengan manusia.

Tim peneliti menemukan bahwa kera yang mengonsumsi wine dalam porsi wajar menunjukkan peningkatan kualitas sistem kekebalan tubuh. Hanya saja, penelitian ini belum diujicobakan langsung kepada manusia.

8. Wine juga memelihara kesehatan mata

Segelas red wine memiliki kandungan zat besi, magnesium, kalium (potasium), serta lutein dan zeaxanthin yang lebih tinggi ketimbang white wine.

Semua itu terdapat pada senyawa karotenoid yang bisa mengurangi risiko katarak dan degenerasi makular (hilangnya penglihatan sentral akibat kerusakan pada tengah retina, sekaligus penyebab utama kebutaan pada usia 50 tahun ke atas).

Semua orang mungkin sudah tahu bahwa terlalu banyak alkohol itu tidak baik untuk kesehatan. Namun, masih banyak saja orang yang rela mabuk alkohol hanya untuk mendapatkan sensasinya meski cuma beberapa saat. Padahal, lama-lama kebiasaan buruk ini dapat menggerogoti tubuh dan memicu berbagai penyakit. Mulai dari hipertensi, gangguan fungsi hati, kerusakan otak, kanker, hingga kematian.

Ingat! Terlalu banyak malah berbahaya

Sebelum membuka botol minuman keras favorit Anda untuk merayakan berita baik ini, ingatlah bahwa tanggung jawab adalah kunci demi mendapatkan keseluruhan manfaatnya.

Minum bertanggung jawab artinya rata-rata satu gelas minuman keras pilihan Anda dalam satu hari untuk wanita dan dua gelas sehari untuk pria. Di luar pedoman sehat ini, Anda justru akan membahayakan kesehatan Anda.

Mereka yang terkena GMO biasanya mengalami perubahan perilaku, seperti misalnya ingin berkelahi atau melakukan tindakan kekerasan lainnya, tidak mampu menilai realitas, terganggu fungsi sosialnya, dan terganggu pekerjaannya. Perubahan fisiologis juga terjadi, seperti cara berjalan yang tidak mantap, muka merah, atau mata juling. Perubahan psikologis yang dialami oleh konsumen misalnya mudah tersinggung, bicara mengawur, atau kehilangan konsentrasi.

Efek samping terlalu banyak minuman beralkohol juga menumpulkan sistem kekebalan tubuh. Alkoholik kronis membuat jauh lebih rentan terhadap virus termasuk HIV.