Deretan Minuman Alkohol Tradisional Dari 5 Negara di Dunia

Deretan Minuman Alkohol Tradisional Dari 5 Negara di Dunia

Deretan Minuman Alkohol Tradisional Dari 5 Negara di Dunia – Minuman beralkohol atau kadang disingkat minol adalah minuman yang mengandung  etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran.

Di berbagai negara, penjualan minuman beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja, umumnya orang-orang yang telah melewati batas usia tertentu. Setiap negara di dunia selalu memiliki ciri khas masing-masing, termasuk olahan minuman keras. Umumnya, minuman ini dihadirkan dalam sebuah pertemuan khusus, misalnya rapat atau acara-acara adat.

Namun, minuman keras ini membuat siapa saja yang meminumnya menjadi mabuk. Jika dikonsumsi dalam apk idn poker jumlah banyak, bisa berdampak buruk hingga meninggal. Bicara soal minuman keras, berikut ini 5 minuman beralkohol tradisional yang melegenda dari berbagai negara di dunia.

1. Soju
starrymart.co.uk

Soju adalah minuman alkohol dari Korea Selatan. Minuman ini dibuat dari air beras yang difermentasi. Penjualan soju pun merambah ke seluruh penjuru dunia dengan harga per botol sekitar 1.450 won. Soju tidak berasa dan tidak memiliki bau sebab kadar alkoholnya hanya 20 persen saja. Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak, ini bisa membuat orang mabuk berat.

2. Aquavit
britannica.com

Minuman keras asal Skandinavia ini punya aroma kayu manis yang sangat memikat. Air minuman ini terbuat dari hasil suling fermentasi kentang atau biji-bijian. Aquavit tidak memiliki masa kadaluarsa dan dipasarkan besar-besaran di Amerika Serikat.

3. Tuak
Istimewa

Selanjutnya adalah minuman keras tradisional dari Indonesia. Tuak terbuat dari hasil fermentasi cairan pohon nira, air beras, dan bahan lainnya yang mengandung gula. Aroma tuak sangat menyengat, bahkan sudah bisa tercium dari jarak jauh. Biasanya, tuak disajikan dalam acara atau pertemuan adat, bahkan juga di pesta pernikahan tradisional.

4. Sopi
tribratanewspapuabarat.com

Masih di Indonesia, lebih tepatnya di Maluku yang juga punya minuman keras tradisional yaitu sopi. Minuman keras ini merupakan hasil fermentasi pohon aren. Biasanya, pembuat minuman sopi akan menambahkan bubuk akar husor. Kadar alkohol sopi di atas 50 persen.

5. Cachaca

Britannica

Alkohol ini terbuat dari tebu asli yang ada di Brasil. Bentuknya seperti minuman soda. Sama seperti Aquavit, minuman Cachaca juga tidak memiliki kadaluwarsa, meskipun beberapa produsen membuat warna minuman ini seperti kecokletan. Kadar alkohol Cachaca antara 38 hingga 54 persen.

Bila dikonsumsi berlebihan, minuman beralkohol dapat menimbulkan efek samping ganggguan mental organik (GMO), yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berperilaku. Timbulnya GMO itu disebabkan reaksi langsung alkohol pada sel-sel saraf pusat. Karena sifat adiktif alkohol itu, orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran/dosis sampai pada dosis keracunan atau mabuk.

Mereka yang terkena GMO biasanya mengalami perubahan perilaku, seperti misalnya ingin berkelahi atau melakukan tindakan kekerasan lainnya, tidak mampu menilai realitas, terganggu fungsi sosialnya, dan terganggu pekerjaannya. Perubahan fisiologis juga terjadi, seperti cara berjalan yang tidak mantap, muka merah, atau mata juling. Perubahan psikologis yang dialami oleh konsumen misalnya mudah tersinggung, bicara melantur, atau kehilangan konsentrasi.