Beberapa Fakta Seputar Manfaat & Resiko Dari Sparkling Water

Beberapa Fakta Seputar Manfaat & Resiko Dari Sparkling Water

Beberapa Fakta Seputar Manfaat & Resiko Dari Sparkling Water – Air soda  atau air berkarbonasi (carbonated waterclub sodasoda water, atau sparkling water) adalah air yang dikarbonasikan dan dibuat bersifat efervesen dengan penambahan gas karbon dioksida di bawah tekanan.

Air soda mendapatkan namanya dari garam natrium yang dikandungnya mengatakan senyawa ‘bergaram,’ menambah kualitas yang berbeda bagi sejumlah minuman beralkohol dan tanpa alkohol.

Sparkling water atau air soda merupakan jenis air minum yang mengandung gas karbon dioksida (CO2) yang terlarut. Karbonasi air soda ini dapat dibuat secara alami maupun buatan. Ada perdebatan mengenai sparkling water—ada yang menganggapnya baik untuk kesehatan atau justru sebaliknya.

Apa itu sparkling water?
Apakah Sparkling Water Baik untuk Kesehatan? Ini 9 Faktanya

Sebelum membahas manfaat dan potensi efek samping dari sparkling water, ada baiknya kita memahami minuman ini. Sparkling water merupakan variasi dari air, yang merupakan cairan bening, tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan mengandung karbon dioksida yang membuatnya berbuih. Karbonasi dapat terjadi secara alami atau buatan (artifisial).

Mengutip Dr. Axe, bentuk yang paling alami dari sparkling water adalah sparkling mineral water yang mengandung mineral dan juga berkarbonasi secara alami. Biasanya, ini berasal dari mata air mineral alami.

1. Mengandung mineral yang baik untuk kesehatan
Apakah Sparkling Water Baik untuk Kesehatan? Ini 9 Faktanya

Sparkling water, khususnya yang berasal dari sumber alami, mengandung mineral yang baik untuk kesehatan. Jenis dan jumlah mineral yang terkandung dapat bervariasi, tergantung sumber alaminya.

Mineral yang ada dalam air soda alami dikatakan lebih mudah diserap oleh tubuh. Beberapa mineral penting yang ditemukan dalam air soda dapat termasuk magnesium, kalsium, dan kalium.

2. Dapat membantu meringankan sembelit
Apakah Sparkling Water Baik untuk Kesehatan? Ini 9 Faktanya

Sparkling water mungkin dapat membantu meringankan sembelit atau sulit buang air besar. Berdasarkan penelitian dalam Journal of Korean Academy of Nursing tahun 2011 yang dilakukan selama 2 minggu pada 40 lansia dengan riwayat stroke, ditemukan kalau partisipan yang minum air soda mengalami peningkatan frekuensi buang air besar rata-rata dua kali lipat dibandingkan dengan kelompok yang minum air putih biasa.

Selain itu, dilaporkan juga kalau kelompok yang minum air soda mengalami penurunan gejala sembelit sebesar 58 persen.

3. Alternatif lebih sehat untuk minuman bersoda
Apakah Sparkling Water Baik untuk Kesehatan? Ini 9 Faktanya

Bila dibandingkan dengan minuman bersoda yang sudah ditambah perasa dan pemanis, tentu sparkling water adalah pilihan yang lebih baik. Ini pun dengan catatan kalau kamu tidak menambahkan perasa dan pemanis ke dalam sparkling water, ya.

Minuman bersoda biasanya mengandung gula penambah insulin atau gula palsu, seperti aspartam, yang bisa berisiko bagi kesehatan. Demi kesehatan yang lebih baik, kurangilah konsumsi minuman bersoda dan sparkling water bisa dijadikan alternatif. Ingat, konsumsi minuman bersoda yang terlalu sering dan berlebihan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan kondisi kesehatan kronis lainnya.

4. Dapat meningkatkan perasaan kenyang
Apakah Sparkling Water Baik untuk Kesehatan? Ini 9 Faktanya

Menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan salah satu faktor pendukung dalam menurunkan berat badan. Sering kali, tubuh tidak bisa membedakan rasa lapar dan haus. Dilansir WebMD, minum cukup air bisa membuatmu merasa kenyang lebih lama dan mencegah asupan kalori berlebih.

Penelitian dalam jurnal Digestive Diseases and Sciences menemukan, sparkling water bisa membantu makanan tetap berada di dalam perut lebih lama, sehingga dapat mempertahankan rasa kenyang.

Studi kontrol dalam Journal of Nutritional Science and Vitaminology tahun 2012 terhadap 19 perempuan muda menemukan kalau skor kenyang lebih tinggi setelah partisipan minum 250 ml air soda, dibanding minum air putih biasa. Meski begitu, studi yang lebih besar diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini.

5. Membantu mengontrol kadar gula darah
Apakah Sparkling Water Baik untuk Kesehatan? Ini 9 Faktanya

Air soda mengandung bikarbonat yang baik untuk membantu menjaga pH darah yang sehat agar tidak terlalu asam dan tidak terlalu basa.

Berdasarkan laporan dalam jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine pada 2015, ditemukan bahwa meminum sparkling water yang kaya akan bikarbonat ditemukan berhubungan dengan kontrol glimik yang lebih baik.

Pada subjek penelitian yang mengonsumsi sparkling water, mereka mengalami penurunan kadar glikoalbumin serum yang lebih signifikan dibanding kelompok yang minum air putih biasa.

6. Dapat meningkatkan kemampuan menelan
Apakah Sparkling Water Baik untuk Kesehatan? Ini 9 Faktanya

Beberapa studi menunjukkan bahwa sparkling water dapat meningkatkan kemampuan menelan pada orang dewasa muda dan juga orang tua.

Sebuah studi lama tahun 80-an terhadap 16 orang sehat menemukan bahwa air berkarbonasi menunjukkan kemampuan terkuat dalam merangsang saraf yang bertanggung jawab untuk menelan. Studi lainnya dalam jurnal Chemical Senses tahun 2012 menunjukkan kalau kombinasi suhu dingin dan karbonasi menguatkan efeknya tersebut.

Selain itu, studi dalam Journal of Laryngology & Otology tahun 2017 terhadap orang-orang yang merasa terus-terusan perlu membersihkan tenggorokan mereka, minum air berkarbonasi dingin memberikan peningkatan pada 63 partisipan. Pada orang-orang dengan gejala yang sering dan parah mendapatkan tingkat kelegaan yang paling tinggi.

7. Anggapan minuman berkarbonasi buruk bagi tulang ternyata tidak benar
Apakah Sparkling Water Baik untuk Kesehatan? Ini 9 Faktanya

Beberapa orang menganggap bahwa sparkling water dapat menyebabkan hilangnya kalsium pada tulang, karena fosfor pada beberapa soda dapat mengurangi jumlah kalsium yang diserap tubuh.

Memang benar bahwa menurut penelitian, minuman bersoda dapat dapat dikaitkan dengan rendahnya kepadatan mineral tulang. Akan tetapi, dilansir Medical News Todaysparkling water tidak mengandung fosfor, sehingga anggapan tersebut tidak benar.

Sebaliknya, National Osteoporosis Foundation mengatakan bahwa sparkling water tertentu dapat meningkatkan kesehatan tulang. Meski demikian, sparkling water tidak dapat menggantikan minuman yang tinggi kalsium seperti susu.

8. Berpotensi memicu buang gas dan kembung
Apakah Sparkling Water Baik untuk Kesehatan? Ini 9 Faktanya

Karbonasi dalam sparkling water mungkin bisa membuat seseorang bergas, jadi sering serdawa, kentut, dan perut kembung, mengutip WebMD. Jika mengalami gejala ini, sebaiknya hentikan konsumsi sparkling water dan beralihlah ke air putih biasa.

9. Berpotensi mengikis email gigi
Apakah Sparkling Water Baik untuk Kesehatan? Ini 9 Faktanya

Sparkling water, baik yang alami maupun artifisial, mengandung karbon dioksida yang membuat rasa air sedikit asam. Asam dalam makanan dan minuman telah diketahui dapat mengikis email gigi.

Pada sebuah penelitian, ditemukan kalau sparkling water buatan atau artifisial dapat mengikis email gigi, dan erosi email gigi ini meningkat pada air dengan tingkat karbonasi yang lebih tinggi. Erosi juga makin buruk apabila sparkling water ditambahkan gula atau asam sitrat.

Untuk mencegah atau meminimalkan efek pengikisan email gigi ini, kamu bisa meminum sparkling water dengan sedotan. Cara ini dapat mencegah air menyentuh gigi dan langsung masuk ke tenggorokan.

Bila bosan dengan air putih, sparkling water bisa jadi pilihan, begitu pula untuk menggantikan minuman bersoda yang tinggi gula dan bahan perasa. Meski menyegarkan apalagi bila diminum dalam keadaan dingin, tetap batasi konsumsinya, jangan sampai berlebihan. Ingat, minuman paling sehat tetap air putih biasa.

Air soda juga merupakan bahan baku bagi long drink dan koktail. Air soda juga bisa langsung diminum. Pada tahun 1767, Joseph Priestley dari Inggris  menemukan metode memasukkan karbon dioksida ke dalam air ketika menggantung semangkuk air di atas sebuah tong bir di sebuah pabrik bir di Leeds, Inggris. Udara yang menyelimuti bir terfermentasi yang disebutnya sebagai fixed air diketahui dapat membunuh tikus yang digantung di sana.

Priestley kemudian mengetahui bahwa air yang telah terkarbonasi memiliki rasa yang enak. Air itu dihidangkannya kepada teman-temannya sebagai minuman yang menyegarkan. Pada tahun 1772, Priestley menerbitkan sebuah makalah berjudul “Impregnating Water with Fixed Air” yang berisi penjelasan metode meneteskan “oil of vitriol” (asam sulfat) ke atas kapur untuk menghasilkan gas karbon dioksida, dan mencampurkan gas tersebut ke dalam semangkuk air.