Studi Fakta Air Putih yang Bermanfaat Mencegah Gagal Jantung

Studi Fakta Air Putih yang Bermanfaat Mencegah Gagal Jantung

Studi Fakta Air Putih yang Bermanfaat Mencegah Gagal Jantung – Air minum  adalah air yang digunakan untuk konsumsi manusia. Menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya, dan tidak mengandung logam berat.

Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan ataupun tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung di minum (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907 Tahun 2002) Itu mungkin pesan orang-orang agar kita gak kekurangan minum air putih. Selain menjaga agar napas tidak bau, air putih kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.

Bagaimana pun juga, sekitar 70 persen tubuh kita terdiri dari cairan yang perlu di-refresh sehari-hari. Manfaat air putih bertambah lagi. Ternyata, penelitian baru-baru ini di Amerika Serikat (AS) mengungkapkan kalau air putih amat bermanfaat untuk mencegah gagal jantung. Simak ulasannya berikut ini!

1. Riset di AS libatkan hampir 16.000 partisipan dewasa
Studi: Rajin Minum Air Putih Cegah Gagal Jantung!

Dipresentasikan di European Society of Cardiology pada 24 Agustus 2021, sebuah riset di membandingkan konsentrasi natrium dalam serum darah sebagai penanda gagal jantung dan hubungan kebiasaan minum air dengan hipertrofi ventrikel kiri, penebalan dinding ventrikel kiri yang adalah ruang pompa utama jantung, sebagai tanda gagal jantung.

Riset ini diikuti oleh 15.792 partisipan berusia 44-60 tahun. Para peneliti AS kemudian mengunjungi para peserta dalam lima kali kunjungan per 5 tahun atau 25 tahun hingga para partisipan berusia 70-90 tahun. Menurut kadar konsentrasi natriumnya, para peserta dibagi menjadi empat kelompok:

  • 135–139,5 milimol per liter (mmol/l)
  • 140–141,5 mmol/l
  • 142–143,5 mmol/l
  • 144–146 mmol/l
2. Hasil: kebiasaan minum air putih menurunkan risiko gagal jantung secara signifikan
Studi: Rajin Minum Air Putih Cegah Gagal Jantung!

Pemimpin studi dari the National Heart, Lung, and Blood Institute di bawah naungan National Institute of Health (NIH), Dr. Natalia Dmitrieva, mengatakan bahwa kebiasaan minum air mengurangi risiko gagal jantung hingga 25 tahun kemudian!

“Temuan ini menunjukkan bahwa minum air putih dapat mencegah atau memperlambat perubahan jantung yang menyebabkan gagal jantung. Jadi, kita perlu memperhatikan jumlah cairan yang dikonsumsi tiap hari dan segera bertindak jika terlalu sedikit,” kata Natalia, mengutip ESC.

Berapa jumlah air yang cukup? Menurut National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine, rekomendasinya adalah 3,7 liter untuk pria dan 2,7 liter untuk perempuan. Bukan hanya minuman, 20 persen asupan cairan ternyata juga berasal dari apa yang kamu makan!

3. Natrium dalam serum darah, indikator dehidrasi terbaik
Studi: Rajin Minum Air Putih Cegah Gagal Jantung!

Dalam studi tersebut, Natalia mengungkapkan bahwa kadar natrium dalam serum darah adalah ukuran yang akurat untuk mengetahui kadar cairan seseorang. Kuncinya, makin kurang cairan dalam tubuh, maka semakin bertambah kadar natrium dalam serumnya.

Masalahnya, tubuh lalu akan mengaktifkan proses untuk mempertahankan cairan. Proses inilah yang kemudian menyebabkan perkembangan gagal jantung.

“Wajar kalau kita merasa minum air dan kadar natrium dalam serum darah berganti hari ke hari sesuai dengan takaran air minum. Namun, konsentrasi natrium dalam serum darah biasanya tetap dalam kisaran tipis untuk waktu yang lama, menunjukkan hubungannya dengan kebiasaan minum air,” jelas Natalia.

4. Batas konsentrasi natrium hingga gagal jantung
Studi: Rajin Minum Air Putih Cegah Gagal Jantung!

Diukur dengan satuan mmol/l, setiap penambahan 1 mmol/l pada konsentrasi natrium di serum darah saat paruh baya berarti penambahan risiko hipertrofi ventrikel kiri dan gagal jantung masing-masing 20 dan 11 persen hingga 25 tahun kemudian.

Penelitian menemukan kalau konsentrasi kadar natrium dalam serum darah yang lebih tinggi adalah salah satu penyebab utama gagal jantung dan hipertrofi ventrikel kiri. Jika kadar natrium dalam serum darah melebihi 142 mmol/l pada usia paruh baya, maka risiko gagal jantung dan hipertrofi ventrikel kiri jauh lebih besar!

“Selain itu, temuan kami bahwa natrium serum yang melebihi 142 mmol/l meningkatkan risiko efek samping pada jantung dapat membantu mengidentifikasi manfaat kebiasaan minum air pada kelompok yang diharuskan mengevaluasi tingkat asupan cairan mereka,” tandas Natalia.

5. Bukan cuma memperbanyak air putih, kamu juga perlu mengurangi asupan garam
Studi: Rajin Minum Air Putih Cegah Gagal Jantung!

Selain menyeimbangkan kadar cairan dengan minum banyak air, salah satu kiat untuk mencegah penyakit jantung adalah dengan membatasi konsumsi garam. Meski tubuh dapat meregulasi sendiri, kita dapat membantu dengan mengurangi asupan garam. Kebiasaan minum air putih dapat berperan, tetapi itu hanyalah salah satu dari berbagai aspek yang menyebabkan gagal jantung.

Faktor risiko paling umum tetaplah hipertensi dan penyakit arteri koroner. Jadi, diet sehat dan bernutrisi seimbang, mengelola tekanan darah, dan menghindari asupan yang memicu dua gangguan tersebut amat disarankan. Yang juga penting, perbanyak minum air putih! Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya.

Bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, tetapi banyak zat berbahaya, terutama logam, yang tidak dapat dihilangkan dengan cara ini. Saat ini terdapat krisis air minum di berbagai negara berkembang di dunia akibat jumlah penduduk yang terlalu banyak dan pencemaran air. Minum air putih memang menyehatkan, tetapi kalau berlebihan dapat menyebabkan  hiponatremia yaitu ketika natrium dalam darah menjadi terlalu encer.