Para Inspirator Sukses Hadir di The Singleton Scotch Whisky

Para Inspirator Sukses Hadir di The Singleton Scotch Whisky

Para Inspirator Sukses Hadir di The Singleton Scotch Whisky – Singleton sebenarnya adalah sekelompok pria lajang yang masing-masing memiliki keluarga ekspresi yang berkembang sekitar usia 12 tahun inti. Yang pertama adalah Singleton of Glen Ord, malt ‘berumput hijau’ Diageo dari Black Isle yang dicadangkan untuk Asia.

Lalu datanglah dua Speysiders – Singleton of Glendullan (fruity, grassy) untuk AS dan Kanada, dan The Singleton of Dufftown (nutty, spicy), yang disimpan hanya untuk Eropa. Saat ini ketiganya tersedia secara global dalam upaya untuk menjadi merek malt tunggal nomor satu di dunia.

Mempunyai Cabang di Indonesia & Berlokasi di Green House Jakarta, The Singleton, wiski single malt dengan rasa halus dan seimbang, ternyata memiliki program Club388 Indonesia pertama di Indonesia. Sst, The Singleton termasuk dalam warisan Skotlandia lho. Bertajuk ‘Unlearn the Rules’, The Singletin berhasil berkolaborasi dengan keempat sosok muda nan berbakat. Loving  your career and working with passion.

1. Max Mandias, pendiri Burgreens
The Singleton Scotch Whisky Hadirkan 4 Insiprator Muda yang Sukses

Kamu yang ngaku sebagai pencinta hidup sehat, harusnya sih udah familiar sama sosok ini. Yap, Max Mandias! Dia adalah orang di balik restoran vegan populer miliknya sendiri bernama Burgreens. Sebelumnya, ia bekerja sebagai seorang data analyst kemudian beralih menjadi seorang public relations.

Kemudian ia teringat dengan salah satu quotes dari Steve Jobs, di mana ia harus bisa tampil beda di bandingkan yang lain. Berawal dari hal itulah, akhirnya ia mencoba untuk mengganti pola hidup yang sehat dan berhasrat untuk memasak dan mendirikan restoran vegan seorang diri.

Meski awalnya banyak yang tidak ikut support aksinya, ia tetap maju terus dengan tekadnya. Kalau memang sudah passion, pasti bisa kok. Max bahkan bisa membuktikannya!

2. Leon Gunawan, pendiri De La House Company
The Singleton Scotch Whisky Hadirkan 4 Insiprator Muda yang Sukses

Kamu yang sudah berusia di atas 21 tahun, mungkin ada yang sering wara-wiri di beberapa bar atau pun restoran yang hip deh. Kalau kamu pernah datang atau pernah mendengar Parc 19, Leon Goldstein, dan Twenty-Fifth, nama Leon Gunawan inilah yang ada di balik kesuksesan tempat-tempat yang kamu kunjungi itu. Ternyata mimpi terbesarnya ini bermula ketika ia melihat sebuah peluang yang sering ia jumpai di kesehariannya.

Ia melihat bahwa lifestyle generasi millennials kerap kali nongkrong di sebuah restoran dan juga klub atau bar. Berangkat dari inilah, akhirnya ia bisa sukses seperti saat ini. Coba dicek lagi, siapa tau ada peluang di sekitarmu tanpa kamu sadari.

3. William Utomo, pendiri IDN Media
The Singleton Scotch Whisky Hadirkan 4 Insiprator Muda yang Sukses

Wow! Ini dia yang paling ditunggu-tunggu, William Utomo. Sosok ini pasti udah gak asing lagi ya di telinga pembaca IDN Times. Bersama sang kakak, Winston Utomo, mereka mendirikan dan membangun IDN Media dengan menghadirkan berita-berita hiburan bagi millennials dan gen-z yang digital savvy.  Berbekal dengan ketertarikannya dengan portal Buzzfeed, ia ternyata mulai mencari tahu info lengkap terkait bagaimana mendobrak dunia media massa saat itu.

Akhirnya pada tahun 2014 yang lalu, keduanya berhasil membuat portal IDN Times sebagai portal utamanya. Meski baru 4 tahun hadir sebagai portal media, IDN Times berhasil meraih posisi 3 di Indonesia dengan jumlah 72 juta pembaca setiap bulannya. Salut!

4. Nadya Natassya, artis tato
The Singleton Scotch Whisky Hadirkan 4 Insiprator Muda yang Sukses

Terakhir dan satu-satunya kaum hawa, ada Nadya Natassya. Cewek yang lebih sering dipanggil Nadcil ini emang udah jago banget dalam membuat tato. Eits, jangan langsung judge dulu. Siapa bilang itu buruk?

Coba deh kamu lihat dari sudut pandang lainnya, ini termasuk sebuah seni lho dan gak semua orang punya taste yang artsy kayak Nadcil. Selama 10 tahun, ia telah mengubah stigma banyak masyarakat tentang keberadaan tato.

Menurutnya, menjadi seseorang yang unik dan beda dari yang lainnya jadi salah satu faktor penting. Ia sengaja menulis ulang gaya baru tentang seni tato sebagai sebuah ekspresi kreatif yang merefleksikan keindahan. Itu baru anak muda yang positif!

The Singleton Scotch Whisky Hadirkan 4 Insiprator Muda yang Sukses

Nah, IDN Times sih yakin banget kalau mereka inilah para pemimpin di komunitas yang penuh keingintahuan dan percaya akan kekuatan ide untuk menghidupkan inspirasi.

Seperti program dari The Singleton ‘Unlearn the Rules’ yang mendobrak hambatan serta mengajak konsumen untuk menemukan dan menikmati singlemalt dengan cara baru.

Fokus dari kegiatan ‘Unlearn the Rules’ ini adalah mendemonstrasikan tentang bagaimana individu-individu yang sukses telah menanggalkan hal-hal yang seharusnya dan bagaimana hal ini membantu mereka berkembang di bidangnya masing-masing.

Dengan menikmati single malt, tanpa sadar kamu telah menemukan cara sendiri dalam mengekspresikan diri, tanpa harus berkompromi tentang kenikmatan, dan tentu saja selalu mengutamakan minum yang bertanggungjawab.