Inilah Salah Satu Arak Tradisional Terkenal Asal Minahasa

Inilah Salah Satu Arak Tradisional Terkenal Asal Minahasa

Inilah Salah Satu Arak Tradisional Terkenal Asal Minahasa – Arak, kadang dieja arrack adalah minuman beralkohol suling jenis minuman keras yang biasanya diproduksi di negara-negara Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Arak terbuat dari fermentasi nira mayang kelapa, tebu, biji-bijian (misalnya beras, beras merah) atau buah, tergantung pada negara atau wilayah asalnya. Bahan distilat arak dapat dicampur, disimpan lebih lama dalam tong kayu, atau berulang kali disuling dan disaring tergantung pada rasa dan warna keinginan pembuatnya.

Dunia kuliner Sulawesi Utara tak hanya menyuguhkan deretan daftar idn poker android hidangan kaya rasa. Berbagai minuman tradisionalnya juga tidak kalah memanjakan lidah. Salah satu minuman tradisional terkenal asal Minahasa yaitu saguer.

1. Terbuat dari pohon Aren
5 Fakta Saguer, Arak khas Minahasa Bercita Rasa Manis dan Asam

Saguer merupakan minuman yang terbuat dari campuran air nira segar dari pohon aren.  Dengan air nira yang telah difermentasikan di dalam bambu yang ujungnya diberi saringan berupa ijuk kelapa. Kualitas saguer tergantung dari ijuk kelapa yag digunakan, semakin baru ijuk kelapa, maka semakin tinggi kualitasnya.

Setelah didiamkan beberapa hari, saguer tersebut menghasilkan rasa manis bercampur asam dan mengandung alkohol dengan kadar rendah.

2. Tradisi minuman saguer
5 Fakta Saguer, Arak khas Minahasa Bercita Rasa Manis dan Asam

Sejak dulu, ada adat dan tradisi khusus untuk meminum saguer, yaitu minum Saguer yang disimpan di dalam bambu dan diminum memakai gelas bambu. Tradisi ini biasanya diadakan saat hari-hari besar orang Minahasa.

Awalnya, ada hukum adat yang menyatakan bahwa saguer adalah minuman dewa dan leluhur, sehingga tak boleh diperdagangkan, namun pada abad ke-18 minuman ini boleh diperdagangkan sebagai tambahan penghasilan para petani.

3. Minum pakai batok kelapa ala Minahasa
5 Fakta Saguer, Arak khas Minahasa Bercita Rasa Manis dan Asam

Minuman tradisional, harusnya diminum dengan cara tradisional pula. Orang asli Minahasa biasanya meminum saguer dari batok kelapa, mereka percaya bahwa cara minum ini menghubungkan mereka dengan para leluhur.

Hingga sekarang ini, hampir setiap tempat yang menyajikan saguer, akan menyajikan dalam batok kelapa. Rasanya memang lebih nikmat, lho.

4. Dicampur durian lebih nikmat
5 Fakta Saguer, Arak khas Minahasa Bercita Rasa Manis dan Asam

Walaupun ada pro kontra tentang tak boleh meminum alkohol bersamaan dengan durian, namun kebanyakan orang Minahasa mencampur durian ke dalam saguer. Memang sih kandungan alkohol dalam saguer terbilang cukup rendah. Meminum saguer dicapur duria mungkin termasuk kearifa lokal di Minahasa.

5. Dijual di pinggir jalan tanpa kasir atau penjaga
5 Fakta Saguer, Arak khas Minahasa Bercita Rasa Manis dan Asam

Satu hal yang unik tentang saguer adalah kios pinggir jalan. Kios pinggir jalan yang menjual saguer, biasanya tak ada penjaga atau kasir. Pembeli diinstruksikan untuk meninggalkan uang setelah meminum dan menghabiskan saguer. Bisa dibilang seperti kantin kejujuran.

Rasa saguer yang menyegarkan dan rendah kadar alkohol biasanya digemari orang. Belum lagi harga saguer yang sangat terjangkau, hanya dengan Rp 5. 000 saja kamu bisa menikmati sebotol saguer.

Minuman tradisional memang tak akan tergerus jaman, apalagi jika dibudidayakan dengan benar oleh orang lokal. Tak hanya saguer, Indonesia punya banyak sekali minuman tradisional yang menanti untuk kita coba.

Arak Indonesia atau Asia Selatan jangan disamakan dengan minuman keras bernama sama dari Mediterania Timur, “Arak”. Arak mediterania timur berbeda dengan arak Indonesia atau Asia Selatan karena berperisa adas, dan umumnya hanya dikonsumsi di Mediterania Timur dan negara-negara Afrika Utara.

Tidak seperti “arak”, kata “arrack” telah dianggap oleh para ahli berasal dari “areca“, benih palem yang berasal dari India dari pohon pinang dan digunakan sebagai bahan dasar untuk banyak jenis arak. Di Sri Lanka, kata “Arak” berasal dari kata Sinhala “Arakku“.