Inilah Dampak Buruk Dari Kecanduan Minuman Beralkohol

Inilah Dampak Buruk Dari Kecanduan Minuman Beralkohol

Inilah Dampak Buruk Dari Kecanduan Minuman Beralkohol – Minuman beralkohol atau kadang disingkat minol adalah minuman yang mengandung  etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Di berbagai negara, penjualan minuman beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja, umumnya orang-orang yang telah melewati batas usia tertentu.

Minuman Beralkohol bila dikonsumsi berlebihan, minuman beralkohol dapat menimbulkan efek samping ganggguan mental organik (GMO), yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berprilaku. Timbulnya GMO itu disebabkan reaksi langsung alkohol pada sel-sel saraf pusat. Karena sifat adiktif alkohol itu, orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran/dosis sampai pada dosis keracunan atau mabuk.

Mungkin dalam jangan waktu pendek kamu tidak akan merasakan dampak buruk dari minuman ini, namun dampaknya akan terasa saat umur kamu kian bertambah tua. Memang pada saat meminum alkohol tubuh kamu seperti bebas dari beban dan tingkat percaya diri Poker Deposit Pulsa kamu meningkat dengan drastis. Namun, ada banyak sekali efek samping yang akan kamu dapatkan jika terus-menerus dikonsumsi.

1. Setelah meminum alkohol, kamu tidak akan sadar apa yang terjadi karena mabuk
5 Alasan Mengapa Kamu Harus Berhenti Minum Alkohol, Buruk Bagimu!

Efek yang akan kamu dapatkan setelah meminum alkohol adalah tidak sadar karena mabuk, bahkan beberapa orang sampai tidak tahu apa saja yang dilakukannya setelah meminum alkohol.

Tentu saja hal tersebut harus segera kalian hentikan karena bisa sangat berbahaya, terutama jika kamu adalah seorang remaja wanita yang masih memiliki jalan hidup sangat panjang kedepannya.

2. Alkohol dapat menimbulkan kecanduan jika tidak dihentikan sejak awal
5 Alasan Mengapa Kamu Harus Berhenti Minum Alkohol, Buruk Bagimu!

Kita semua tahu akan fakta bahwa alkohol yang dapat menyebabkan kecanduan, bahkan kamu bisa meminum alkohol hingga dewasa karena sudah terlalu sering meminumnya sejak remaja.

Makanya sebelum kamu benar-benar kecanduan, sebaiknya kamu berhenti dari sekarang sebelum benar-benar terlambat. Jangan sampai kamu menjadi pecandu alkohol yang sudah tidak bisa mengontrol diri sendiri.

3. Meminum alkohol dapat membahayakan orang di sekitar kamu
5 Alasan Mengapa Kamu Harus Berhenti Minum Alkohol, Buruk Bagimu!

Kita sudah tahu bahwa alkohol itu memabukan, kita bisa setengah sadar atau bahkan benar-benar tidak sadar sama sekali. Hal tersebut memungkinkan kamu merugikan orang di sekitar, entah itu perlakukan tidak menyenangkan atau kecelakaan pada saat membawa kendaraan.

Makanya kamu harus berhenti meminum alkohol dari sekarang, dampaknya bukan hanya pada kamu saja, tapi juga orang lain yang ada di sekitar kamu.

4. Dapat terlibat kasus hukum
5 Alasan Mengapa Kamu Harus Berhenti Minum Alkohol, Buruk Bagimu!

Mabuk merupakan salah satu efek dari meminum alkohol, orang yang mabuk biasanya kehilangan setengah kesadarannya sehingga bukan tidak mungkin jika dia terlibat kasus hukum seperti bertindak kriminal.

Menyetir mobil setelah mabuk juga bisa terjerat kasus hukum, bahkan di Indonesia sendiri sudah banyak tragedi yang terjadi akibat menyetir mobil setelah meminum minuman keras.

5. Meminum alkohol itu dilarang oleh agama
5 Alasan Mengapa Kamu Harus Berhenti Minum Alkohol, Buruk Bagimu!

Bagi kalian yang beragama muslim pasti sudah tahu bahwa segala sesuatu yang bersifat memabukan sudah dilarang, termasuk juga alkohol. Makanya jika kamu seorang muslim yang baik, segera tinggalkan alkohol agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

Cobalah untuk meninggalkan sesuatu yang bersifat buruk pada tubuh kamu sendiri, apalagi sampai melanggar perintah agama yang kamu yakini selama ini.

Itulah lima alasan mengapa kamu harus berhenti minum alkohol, segera tinggalkan kebiasaan yang dapat merugikan sebelum semuanya terlambat.

Mereka yang terkena GMO biasanya mengalami perubahan perilaku, seperti misalnya ingin berkelahi atau melakukan tindakan kekerasan lainnya, tidak mampu menilai realitas, terganggu fungsi sosialnya, dan terganggu pekerjaannya. Perubahan fisiologis juga terjadi, seperti cara berjalan yang tidak mantap, muka merah, atau mata juling. Perubahan psikologis yang dialami oleh konsumen misalnya mudah tersinggung, bicara mengawur, atau kehilangan konsentrasi.