Bir Corona Kena Dampak Pandemi Global Virus Covid19 di Dunia

Bir Corona Kena Dampak Pandemi Global Virus Covid19 di Dunia

Bir Corona Kena Dampak Pandemi Global Virus Covid19 di Dunia – Perusahaan bir Grupo Modelo asal Meksiko menghentikan produksi bir Corona untuk sementara akibat pandemi virus Corona. Hal ini diumumkan perusahaan melalui cuitan di media sosial Twitter. Pemerintah Meksiko mengumumkan bahwa penangguhan kegiatan bisnis publik maupun swasta akan berlangsung hingga 30 April mendatang.

Constellation Brands (STZ) dan CEO bir Grupo Modelo, Bill Newlands , mengatakan perusahaan masih memiliki pasokan yang cukup untuk memenuhi permintaan konsumen, jika pemerintah mengizinkan penjualan bir. Bir Corona yang kebetulan memiliki nama yang sama dengan virus Corona (COVID-10) tidak mempengaruhi penjualan. Newlands mengatakan bahwa pabrik bir Corona mengalami peningkatan 8,9% pada tiga bulan pertama tahun ini.

Bir Corona rupanya sudah terkena dampak akibat pandemi global virus corona yang menyebabkan COVID-19 di seluruh dunia. Grupo Modelo, produsen bir dan anak perusahaan Anheuser-Busch InBev umumkan penghentian/penangguhan produksi dan pemasaran bir Corona setelah pemerintah Meksiko menetapkan aturan untuk menutup semua bisnis yang dianggap tidak krusial dan penting untuk dijalankan di tengah-tengah wabah COVID-19.

1. Penangguhan diumumkan beberapa hari setelah pemerintah Meksiko perintahkan bisnis yang tidak penting untuk ditutup sementara
Akibat Virus Corona, Produksi Bir Corona Dihentikan

Meksiko mengumumkan keadaan darurat kesehatan pada hari Senin (30/3) dan mengeluarkan aturan yang lebih ketat yang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona yang dengan cepat menyebar setelah jumlah kasus di Meksiko meningkat lebih dari 1.000 jiwa dan jumlah kematian yang meningkat tajam lebih dari 50 jiwa.

Minggu pertama bulan April, pemerintah Meksiko mengumumkan penangguhan kegiatan yang tidak penting di sektor publik dan swasta hingga 30 April dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus.

2. Grupo Modelo mengaku sudah siap dengan rencana penangguhan ini
Akibat Virus Corona, Produksi Bir Corona Dihentikan

Lebih dari 75 persen staf akan diimbau untuk bekerja dari rumah untuk memantau pasokan bir yang sudah diproduksi. Bir Corona dari Grupo Modelo menarik perhatian netizen setelah banyak konsumen secara keliru mengaitkannya dengan virus corona yang menyebar cepat.

Dalam satu survei, 38 persen peminum bir di Amerika Serikat mengatakan mereka tidak akan membeli bir Corona “dalam keadaan apa pun,” lapor CBS News pada awal Maret 2020 lalu.

Meski demikian, Grupo Modelo mengaku pandemi global COVID-19 ini tidak memiliki dampak terlalu signifikan pada penjualan mereka.

3. Merek Corona sendiri sudah menjadi lelucon internet sejak kemunculan virus penyebab COVID-19 di awal 2020 lalu
Akibat Virus Corona, Produksi Bir Corona Dihentikan

Corona telah menjadi subjek banyak lelucon sejak wabah ini dimulai, meski begitu penjualan bir tersebut sebenarnya malah meningkat pada akhir Februari, menurut Bart Watson, chief economist dari Brewers Association.

Meski banyak orang yang menikmati bir sembari mengarantina diri mereka di rumah, namun beberapa produsen bir lokal mengaku cukup terdampak. Beberapa pembuat bir terpaksa menutup pabrik karena mengalami penurunan penjualan yang luar biasa.

Pabrik produksi bir dan alkohol lainnya juga meningkat dalam penjualan bulan ini. Masa karantina tidak menghentikan orang untuk tetap memesan dan mengonsumsi bir dan alkohol.

Angka penjualan dari Nielsen (NLSN) menunjukkan penjualan bir naik 34% dari tahun ke tahun, hal ini juga ditunjukkan pada hasil penjualan pada 24 Maret lalu. Meksiko memiliki lebih dari 1.500 kasus terpapar virus Corona dan 50 korban meninggal.

Corona Extra (ditulis sebagai Corona. Extra) adalah sebuah pale lager yang diproduksi oleh Cervecería Modelo di Meksiko untuk distribusi domestik dan ekspor ke seluruh negara lain selain Amerika Serikat, dan oleh Constellation Brands di Meksiko untuk ekspor di Amerika Serikat. Merek Corona adalah salah satu bir berpenjualan terbanyak di seluruh dunia.