Beberapa Alasan Mengapa Merasa Mengantuk Setelah Minum Kopi

Beberapa Alasan Mengapa Merasa Mengantuk Setelah Minum Kopi

Beberapa Alasan Mengapa Merasa Mengantuk Setelah Minum Kopi – Kopi  adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang di budidayakan lebih dari 50 negara. Dua spesies pohon kopi yang dikenal secara umum yaitu Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica).

Kopi merupakan stimulan yang dapat meningkatkan level energi dan membuat pikiran tetap tajam. Karena alasan ini, banyak yang menjadikan kopi minuman wajib untuk dikonsumsi pada pagi atau siang hari saat harus fokus bekerja. Meskipun secara umum kopi adalah stimulan yang dapat meningkatkan energi, tetapi tidak semua orang bereaksi dengan cara yang sama terhadap kafein. Beberapa orang tidak merasakan efek apa pun setelah minum beberapa cangkir kopi.

Bahkan, beberapa orang lainnya justru merasa lelah dan mengantuk setelah minum secangkir kopi. Jika kamu termasuk salah satu yang pernah merasa lelah dan mengantuk setelah minum kopi, kamu mungkin bertanya-tanya mengapa kamu bisa mengalami hal ini. Di bawah ini akan dibahas beberapa alasan mengapa kamu justru merasa mengantuk setelah minum kopi.

1. Kopi menghalangi adenosin
Minum Kopi Ternyata Bisa Bikin Ngantuk, Ini 7 Alasannya

Adenosin merupakan suatu bahan kimia yang ada pada sistem saraf pusat yang mengatur siklus tidur dan bangun. Saat kamu terjaga di siang hari, kadar adenosin meningkat, yang perlahan membuat kamu mengantuk dengan menekan aktivitas sel-sel di otak depan basal. Setelah kamu tertidur, kadar adenosin menurun, menurut studi dalam Annals of Medicine tahun 1999.

Saat kamu minum kopi, lambung dan usus kecil menyerap kafein dan mendistribusikannya kembali ke berbagai organ tubuh melalui aliran darah. Setelah kafein mencapai otak, kafein menempel pada reseptor adenosin.

Berdasarkan sebuah laporan dalam jurnal Current Neuropharmacology tahun 2009, saat kafein mengikat reseptor adenosin, otak tidak memproses adenosin, tetapi tetap memproduksinya. Jadi, saat kafein habis, terjadi penumpukan adenosin yang akan mengikat reseptor otak dan menyebabkan kantuk.

2. Gula dalam kopi menyebabkan lonjakan energi
Minum Kopi Ternyata Bisa Bikin Ngantuk, Ini 7 Alasannya

Jika kamu terbiasa menambahkan gula ke kopi, kemungkinan kamu akan mengalami sugar crash setelah meminumnya. Bukan hanya gula pasir, gula tambahan ini bisa dalam bentuk krim atau sirop.

Tubuh memproses gula jauh lebih cepat daripada kafein. Setelah gula digunakan oleh tubuh, kamu akan mengalami penurunan energi. Seberapa cepat sugar crash terjadi bisa berbeda-beda tergantung pada individu itu sendiri, tetapi umumnya ini bisa terjadi dalam 90 menit setelah menelan gula, menurut studi dalam The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism tahun 2011.

3. Kopi bersifat diuretik
Minum Kopi Ternyata Bisa Bikin Ngantuk, Ini 7 Alasannya

Diuretik ialah zat yang membuat kamu jadi lebih sering buang air kecil. Kopi memiliki sifat diuretik, sehingga minum kopi dapat menyebabkan kamu lebih sering ke kamar mandi.

Jika kamu minum kopi dalam jumlah sedang, kamu mungkin tidak mengalami apa pun. Namun, jika kamu minum lebih dari empat cangkir kopi, kamu mungkin jadi lebih sering buang air kecil.

Mengutip MedlinePlus, jika kamu kehilangan lebih banyak cairan daripada yang kamu minum, kamu mungkin akan merasa lelah dan mengantuk karena dehidrasi. Gejala dehidrasi lainnya termasuk haus, mulut kering, pusing, dan kulit kering.

4. Kontaminasi jamur dalam kopi
Minum Kopi Ternyata Bisa Bikin Ngantuk, Ini 7 Alasannya

Alasan lain kamu merasa lelah dan mengantuk setelah minum kopi adalah karena kontaminasi jamur. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the Science of Food and Agriculture tahun 2017 memeriksa sampel kopi dan menemukan adanya mikotoksin, suatu produk jamur mikro.

Paparan mikotoksin dikaitkan dengan kelelahan kronis. Mereka yang memiliki kelelahan kronis akan merasa mudah lelah, bahkan setelah istirahat dan mungkin mengalami masalah tidur. Gejala lain dari kelelahan kronis akibat kontaminasi jamur ini termasuk pusing dan kesulitan berpikir atau berkonsentrasi.

5. Kafein memengaruhi stres
Minum Kopi Ternyata Bisa Bikin Ngantuk, Ini 7 Alasannya

Stres bisa menyebabkan kita sulit tidur di malam hari. Di sisi lain, stres juga bisa membuat kamu merasa lelah di siang hari. Jika kamu merasa stres, kamu mungkin jadi ingin tidur untuk merespons pengalaman stres tersebut.

Stres merupakan reaksi terhadap hormon stres kortisol, yang membuat tubuh tetap waspada dalam menanggapi pemicu stres. Komponen lain dari respons stres tubuh adalah epinefrin, yang biasa disebut adrenalin. Saat epinefrin bergerak ke seluruh tubuh, jantung berdetak lebih cepat dan kita bernapas lebih cepat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sebuah studi tahun 2017 yang dilakukan di Ohio State University, Amerika Serikat, menemukan bahwa konsumsi kafein menggandakan kadar epinefrin dan kortisol, terlepas dari apakah subjek secara teratur mengonsumsi kafein atau tidak. Ini berarti kamu bisa merasa stres setelah minum kopi. Lebih lanjut, tubuh mungkin menerjemahkan stres itu menjadi kantuk.

6. Tubuh bereaksi terhadap kafein dengan cara yang berbeda
Minum Kopi Ternyata Bisa Bikin Ngantuk, Ini 7 Alasannya

Dijelaskan dalam laman Purewow, beberapa orang memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap kafein daripada yang lain. Mereka mungkin mengalami efek seperti baru minum lima atau enam cangkir kopi hanya dengan minum beberapa teguk kopi biasa. Orang dengan sensitivitas yang tinggi ini memetabolisme kafein lebih lambat, dan gejalanya bisa berlangsung selama beberapa jam.

Cara individu memetabolisme kafein juga dapat dipengaruhi oleh gen. Tubuh setiap orang berinteraksi dengan kafein secara berbeda berdasarkan berbagai faktor. Misalnya, individu yang memiliki gangguan kecemasan mungkin mengalami gejala negatif yang meningkat saat mengonsumsi kafein.

Gejala sensitivitas kafein lainnya bisa berupa denyut nadi yang meningkat, sakit kepala, kegelisahan, kelelahan, dan masalah tidur.

7. Toleransi terhadap kafein
Minum Kopi Ternyata Bisa Bikin Ngantuk, Ini 7 Alasannya

Seiring waktu, orang yang terbiasa meminum kopi dapat mengembangkan toleransi kafein. Satu studi dalam jurnal PLoS One tahun 2019 menemukan bahwa orang dewasa yang aktif secara fisik mulai mengalami lebih sedikit efek kafein setelah 15 hari konsumsi secara teratur.

Dengan begitu, jika kamu meminum kopi di siang hari dengan tujuan meningkatkan energi dan mencegah kantuk, kamu tidak akan merasakan peningkatan energi dan tetap mengantuk meskipun telah meminum kopi. Namun, penelitian tentang toleransi kafein masih belum benar-benar pasti.

Itulah beberapa alasan kamu merasa mengantuk setelah minum kopi. Kopi adalah stimulan yang kuat sehingga konsumsinya harus dipantau. Jika kamu merasa mengantuk setelah minum kopi atau mulai mengalami efek samping, seperti pusing dan gelisah, yang terbaik adalah mengurangi asupan kopi.

Pemrosesan kopi sebelum dapat diminum melalui proses panjang yaitu dari pemanenan biji kopi yang telah matang baik dengan cara mesin maupun dengan tangan kemudian dilakukan pemrosesan biji kopi dan pengeringan sebelum menjadi kopi gelondong. Proses selanjutnya yaitu penyangraian dengan tingkat derajat yang bervariasi. Setelah penyangraian, biji kopi digiling atau dihaluskan menjadi bubuk kopi sebelum kopi dapat diminum.

Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu. Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya.