Adat Minum Bir dari Jerman yang Jadi Gaya di Indonesia

Adat Minum Bir dari Jerman yang Jadi Gaya di Indonesia

Adat Minum Bir dari Jerman yang Jadi Gaya di Indonesia – Jerman adalah negara berbentuk federasi di Eropa Barat. Negara ini memiliki posisi ekonomi dan politik yang sangat penting di Eropa maupun di dunia. Bulan Oktober bukan cuma identik dengan pesta Halloween, tapi juga perayaan Oktoberfest.

Di bulan ini, masyarakat di sejumlah negara Eropa, terutama Jerman, mengadakan festival minum bir yang diadakan setiap tahunnya. Bir adalah segala minuman beralkohol yang diproduksi melalui proses fermentasi Dilansir dari Live22 Indonesia bahan berpati tanpa melalui proses penyulingan setelah fermentasi.

1. Salah satu festival terbesar di dunia

Oktoberfest adalah festival dua-mingguan yang diadakan setiap tahun di München, Bayern, Jerman, pada akhir September dan awal Oktober. salah satu festival terbesar dan paling terkenal di dunia yang berasal dari München, Bayern, Jerman. Acara ini diadakan selama 16 hari berturut-turut setiap tahunnya, sejak September hingga pekan pertama Oktober. Sekitar 6 juta pengunjung dari seluruh dunia tumpah ruah dalam pesta ini. Minum bir adalah agenda utamanya.

2. Bir buatan lokal menjadi bintang utama dalam perayaan Oktoberfest

Jenis bir yang memiliki rasa Brewery yang paling tua sedunia, bir ini memiliki renyah dengan rasa pisang dan juga bawang putih yang berasal dari ragi spesial dan sedikit kandungan rempah-rempah yang dapat menambah kesegarannya. Bir istimewa Oktoberfest yang terasa pekat dan kandungan alkohol yang lebih kuat juga disiapkan untuk acara ini. Bir ini biasanya disajikan dalam gelas berukuran satu liter yang disebut Maß, dan hanya produsen bir lokal yang bisa mendirikan tenda.

3. Awalnya terbentuk karena pesta pernikahan

Terbentuknya festival ini ternyata berawal dari perayaan pernikahan antara Raja Ludwig I dengan Putri Therese dari Sachsen Hildburghausen, yang kini bernama Kota Theresienwiesn. Pesta tersebut berlangsung selama 16 hari di alun-alun gerbang kota sejak tanggal 12 Oktober 1810.

Acara itu ditutup dengan kompetisi pacuan kuda yang menjadi event  tahunan, meski kini tak lagi dilombakan. Pada 1896, tenda-tenda minuman menggantikan kedai bir kecil yang membuat festival ini kian terpusat.

4. Oktoberfest juga menjadi model acara di Indonesia

Kini Oktoberfest menjadi role model untuk festival di berbagai negara, dan Indonesia adalah salah satunya. Setiap Oktober, banyak acara bertajuk serupa diadakan. Namun karena faktor budaya dan karakteristik masyarakatnya, acara Oktobersfest di Indonesia mengalami banyak penyesuaian.

5. Dibanding minum bir, festival biasanya cenderung ke pesta kuliner

Seperti yang baru saja digelar oleh JW Marriott Hotel Surabaya pada 19 Oktober 2018 lalu. Bukan sekadar acara minum bir saja, Oktoberfest Pool Party menawarkan sensasi pesta BBQ  di tepi kolam renang.

Berbagai tenan makanan pendamping minum bir khas Jerman tersedia, seperti Bratwurst yaitu sosis khas Jerman, Sauerkraut yaitu acar dari kubis, Kasespatzle atau mie ala Jerman, hingga Pretzel. Supaya lebih menarik, para pengunjung dan pramusaji di sana mengenakan kostum tradisional Jerman.